“Kalau bukan karena kedua anakku yang
masih kecil.. maka aku sudah mengikuti nafsuku untuk segera meninggalkan
dan menceraikan istriku yang tidak berbakti itu. Aku tidak mau
meninggalkan apa yang menjadi amanat-Mu dalam keadaan lemah Ya Allah.”
Itulah jeritan hati Yudi di malam itu..
di tengah heningnya malam, Yudi sudah biasa melewatkan malam malamnya
dengan kemesraan bersama Tuhannya, Allah Swt.
Di samping ruangan tempat sholatnya,
terbaring kedua anaknya yang masih balita, tertidur pulas, ditemani
istrinya yang enggan bangun untuk menemaninya shalat tahajjud, walaupun
Yudi sudah mencoba untuk membangunkannya.
Pagi hari.. Yudi bangun paling awal,
sholat shubuh dan langsung beranjak membereskan seluruh isi rumah,
mengepel, mencuci piring dan memasak, semuanya sudah menjadi rutinitas
Yudi di pagi hari. Setelah selesai, Yudi pun langsung membuka laptopnya
dan mulai bekerja melayani jasa para konsumennya.
