Oleh :Abi Abdul Jabbar Sidik
Islam dalam sejarahnya acapkali melahirkan peperangan dan
pertumpahan darah. di mulai dari peristiwa Qabil dan habil, perebutan kekuasaan
pada masa sahabat, tabi’in dan mungkin hingga sekarang (tragedy bom bali,
semanggi, dan hotel ritz calton), label peperangan, pertumpahan darah,
kekerasan, penyiksaan dan pembunuhan seakan-akan masih terpatri kuat. Semua ini
terjadi adalah akibat dari ulah oknum umat Islam yang seenaknya dan semena-mena
dalam memahami ajaran yang ada. Akibatnya adalah stigma buruk yang dimunculkan
masyarakat lain terhadap Islam. Dari sekian banyak kasus yang melahirkan stigma
buruk terhadap Islam, hal ini tidak hanya disebabkan kesalah fahaman dalam
memahami ajaran agama, setidaknya terdapat dua faktor yang mempengaruhi
munculnya gerakan Radikalisme Islam di Indonesia.
Islam dalam sejarahnya acapkali melahirkan peperangan dan
pertumpahan darah. di mulai dari peristiwa Qabil dan habil, perebutan kekuasaan
pada masa sahabat, tabi’in dan mungkin hingga sekarang (tragedy bom bali,
semanggi, dan hotel ritz calton), label peperangan, pertumpahan darah,
kekerasan, penyiksaan dan pembunuhan seakan-akan masih terpatri kuat. Semua ini
terjadi adalah akibat dari ulah oknum umat Islam yang seenaknya dan semena-mena
dalam memahami ajaran yang ada. Akibatnya adalah stigma buruk yang dimunculkan
masyarakat lain terhadap Islam. Dari sekian banyak kasus yang melahirkan stigma
buruk terhadap Islam, hal ini tidak hanya disebabkan kesalah fahaman dalam
memahami ajaran agama, setidaknya terdapat dua faktor yang mempengaruhi
munculnya gerakan Radikalisme Islam di Indonesia.
